Tuesday, 18 February 2014

What Is Gerund?


A gerund is a noun formed from a verb. All gerunds end -ing.
For example: swimming, running, drinking, etc.

Even though a gerund is a noun, a gerund can still take a direct object (like a verb). This is known as a gerund complement. For example:
·        running a mile
·        drinking a beer
More Examples of Gerunds
Below are some more examples of gerunds with their roles as nouns.

Acting is fun. (Gerund as the subject of a sentence)

Playing football is fun. (Here, football is the gerund complement of the gerund playing)

I love acting. It is so much more real than life. (A gerund as the direct object of the verb love)

I like to play blackjack. I'm not addicted to gambling, I'm addicted to sitting in a semi-circle. (Two gerunds, both objects of prepositions)

All Gerunds End -ing but So Do Present Participles
Even though all gerunds end with the suffix -ing, not every word which ends -ing is a gerund. The other common type of word which ends -ing is the present participle. Like gerunds, present participles are also formed from verbs (making them verbals), but they are not used as nouns. They are used as adjectives or when forming verbs in a progressive tense. For example:

·        Running the tap will clear the air pocket.
(This is a gerund.)
·        Can you fix the running tap?
(This is a present participle as an adjective.)
·        The tap was running for an hour.
(This is a present participle used to form the past progressive tense.)


Jadi ceritanya besok itu ulangan Bahasa Inggris di SMAN 8 TANGERANG, materinya ya gerund itu ( sama present participle juga ). Yaudah deh blogging sekalian belajar.

Monday, 17 February 2014

Bukan Bintang Biasa


Once upon a time ada sebuah bintangYang bersinar terang di hatimuKu akan datang lagi menjemputmu dengan cintaKan kubagikan semua bintangku
Kumiliki bintang, bukan bintang biasaKu bisa hapuskan semua dukamuKu tak akan menghilang, slalu ada di hatimuMemberi bintang hanya untuk cinta
Dan yang terbaik selamanya bersamaAkan kubagikan bintangku demi cintamuAnd when you keep on believingThousand ones can be see by runningThe miracles can do thing though can do

Kumiliki bintang, bukan bintang biasaKu bisa hapuskan semua dukamuKu tak akan menghilang, slalu ada di hatimuMemberi bintang hanya untuk cinta
Dan yang terbaik selamanya bersamaAkan kubagikan bintangku demi cintamuAnd when you keep on believingThousand ones can be see by runningThe miracles can do thing though can do
Dan yang terbaik selamanya bersamaAkan kubagikan bintangku demi cintamuAnd when you keep on believingThousand ones can be see by runningThe miracles can do thing though can do

Seni budaya di SMAN 8 TANGERANG minggu ini dan minggu depan tugasnya adalah nyanyi berkelompok. Dan kelompok gue rencananya mau nyanyiin lagunya BBB ini. Semoga tidak memalukan. (Btw, gue sering menyisipkan doa ya disini. Biarinlah.)

Friday, 14 February 2014

How To Make PAPER HOUSE


Once upon a time.. 
Halah! Jadi beberapa waktu yang lalu, gue lupa kapan tepatnya, kita dapet tugas ngepresentasiin tentang langkah-langkah membuat sesuatu di pelajaran English Conversation SMAN 8 TANGERANG. Dan berdasarkan nomor absen gue, gue harus presentasiin cara membuat rumah-rumahan. Dan langkah-langkahnya ada di bawah ini, silakan dibaca. Semoga berguna. 

Materials:
- Paper
- Scissor
- Glue
- Colour markers

Steps:
1. Fold 16 small squares in the paper
2. Cut along the red line


3. Apply glue 

4. Stick them together 

5. Decorate it



Kayak gitu deh kalau udah selesai. Lumayan lah yaa..

Saturday, 8 February 2014

SATUAN HITUNG (part 3)


As you may already knew, di SMAN 8 TANGERANG ada pelajaran Bahasa Jepang buat kelas XI. This is the last part of SATUAN HITUNG. Semoga membantu. 

11. Kata bilangan untuk menghitung benda bermesin (mobil, motor, jam, komputer, TV, radio, telepon, listrik, dll) menggunakan DAI だい
Ichidai (1); nidai (2); sandai (3); yondai (4); godai (5); dan seterusnya.
Contoh : Kyooshitsu ni senpuki ga ichidai arimasu. (di kelas ada kipas angina satu buah)

12. Kata bilangan untuk binatang besar (gajah, sapi, kuda, dll) menggunakan TOO とう
Ittoo (1); nitoo (2); santoo (3); yontoo (4); gotoo(5),dan seterusnya.
Contoh : Kenbutsu ni zoo ga rokutoo imasu. (di kebun binatang ada 6 ekor gajah)

13. Kata bilangan untuk binatang kecil (kucing, anjing, ikan, dll) menggunakan HIKI ひき
Ippiki (1); nihiki (2); sanbiki (3); yonhiki (4); gohiki (5); roppiki (6); nanahiki (7); happiki (8); kyuuhiki (9); juppiki (10);dan seterusnya.
Contoh : Sanbiki no sakana. (tiga ekor ikan)

14. Kata bilangan untuk menyatakan umur menggunakan SAI さい
Issai (1); nisai (2); sansai (3); yonsai (4); gosai (5); dan seterusnya.
Contoh : Watashi wa nijusai desu. (umur saya 20 tahun)

SATUAN HITUNG (part 2)

Nah, ini adalah lanjutan dari SATUAN HITUNG (part 1). Emang di Jepang itu banyak satuan hitung yang dipake, jadi rada ribet gitu. Tapi sebagai murid SMAN 8 TANGERANG, kalian harus menguasai semua ini!!

6. Kata bilangan untuk benda yang berpasangan ( sepatu, kaos kaki, sandal, dll ) menggunakan SOKU そく
Issoku (1); nisoku (2); sanzoku (3); yonsoku (4); gosoku (5); rokusoku (6); shichisoku (7)Hassoku (8); (10).d kyusoku (9); jissoku (10), dan seterusnya.
Contoh : Atarashii kutsu wo nisoku. (dua pasang sepatu baru)

7. Kata bilangan untuk benda yang berjilid (buku, majalah, kamus, dll) menggunakan SATSU さつ
Issatsu (1); nissatsu (2); sansatsu (3); yonsatsu (4); gosatsu (5),dan seterusnya.
Contoh : Hon wo sansatsu. (tiga buku)

8. Kata bilanagan untuk benda yang tajam (gunting, pisau, dll) menggunakan CHO ちょ
Itcho (1); nicho (2); sancho (3); yoncho (4); gocho (5),dan seterusnya.
Contoh : Hasami wo itcho. (sebuah gunting)

9. Kata bilangan untuk menghitung berpapa tingkat atau lantai bangunan,dan berapa kali menggunakan KAI かい.
Ikkai (1); nikai (2); sankai(3); yonkai (4); gokai (5),dan seterusnya.
Contoh : Nikai ni agaru. (naik ke tingkat dua)
Ano eiga wo nikai mimashita. (saya telah melihat film itu dua kali)

10. Kata bilangan untuk rumah menggunakan KEN ねん
Ikken (1); niken (2); sangen (3); yonken (4); goken (6); rokken (6); sichiken (7); hakken (8); dan seterusnya.
Contoh : Kyuken no ie. (sembilan rumah)

Malaikat Juga Tahu

Lelahmu jadi lelahku juga
Bahagiamu bahagiaku pasti
Berbagi takdir kita selalu
Kecuali tiap kau jatuh hati

Kali ini hampir habis dayaku
Membuktikan padamu
Ada cinta yang nyata
Setia hadir setiap hari
Tak tega biarkan kau sendiri
Meski sering kali kau malah asyik sendiri

Karena kau tak lihat
Terkadang malaikat 
Tak bersayap, tak cemerlang, tak rupawan
Namun kasih ini silakan kau adu
Malaikat juga tahu
Siapa yang jadi juaranya

Hampamu tak kan hilang semalam
Oleh pacar impian, tetapi kesempatan
Untukku yang mungkin tak sempurna
Tapi siap untuk diuji
Ku percaya diri, cintakulah yang sejati

Namun tak kau lihat
Terkadang malaikat
Tak bersayap, tak cemerlang, tak rupawan
Namun kasih ini silakan kau adu
Malaikat juga tahu
Siapa yang jadi juaranya

Kau selalu meminta terus kutemani
Engkau selalu bercanda
Andai wajahku diganti
Melarangku pergi karena tak sanggup sendiri

Namun tak kau lihat
Terkadang malaikat
Tak bersayap, tak cemerlang, tak rupawan
Namun kasih ini silakan kau adu
Malaikat juga tau aku kan jadi juaranya


Setelah beberapa part postingan berjudul 'Sedih Tak Berujung' yang berisi kegalauan gue memilih lagu buat dinyanyiin pas pelajaran seni budaya di SMAN 8 TANGERANG, pilihan gue jatoh ke lagunya Dewi Lestari ini. Jadi pada akhirnya, kita dibolehin milih lagu diluar yang disediain. Dan karena gue gak tau lagu apa yang harus gue nyanyiin, gue milih lagu ini. Alasannya sih karena gue males nyari midi, jadi gue nyanyi lagu ini karena temen gue punya midinya. Udah deh, gue maju dengan suara gue yang pas-pasan. Semoga aja nilainya nggak pas-pasan juga.

Saturday, 25 January 2014

Posisi Tidur Menurut Sunah Rasul


sunnah rosul posisi tidur baik
Ini gue baca di blog seseorang, alumni SMAN 8 TANGERANG. Gue rasa belom banyak yang tau, apalgi mraktekin. Coba deh dibaca.

Rosulullah memberikan contoh baik dalam segala perilaku dan tindakannya, termasuk posisi saat tidur. Posisi tidur yang baik yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW adalah dengan cara menghadap ke kanan dengan tulang rusuk kanan sebagai tumpuan dan tangan kanan sebagai bantalan saat tidur. “Berbaringlah di atas rusuk sebelah kananmu.” (HR. Al-Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710). Tidak mengapa jika setelah tertidur posisi berubah  menghadap ke kiri atau bagaimana pun.

Posisi tidur yang dianjurkan rosul ini juga dibenarkan oleh para peneliti sangat bermanfaat. Hal ini juga mematahkan anggapan bahwa posisi tidur dengan badan terlentang adalah benar.

Tidak diperbolehkan untuk tidur berposisi tertelungkup dengan perut sebagai tumpuannya karena hal ini sangat dimurkai oleh Allah. “Sesungguhnya (posisi tidur tengkurap) itu adalah posisi tidur yang dimurkai Allah Azza Wa Jalla.” (HR. Abu Dawud dengan sanad yang shohih).

Selain posisi tidur, waktu dalam tidur juga sudah diajarkan oleh rosul. Rosul menyarankan kita untuk beristirahat atau tidur tidak terlarut malam untuk melakukan hal yang tidak bermanfaat seperti berbincang-bincang yang tidak baik, melakukan hal yang tidak bermanfaat, dan lainnya. Sebaiknya tidur setelah melakukan sholat isya terkecuali adanya keadaan darurat seperti menghafal ulang pelajaran, membaca Al-Qur'an, dan yang sifatnya bermanfaat.


Sebelum pergi tidur, hendaknya lebih dulu berwudhu seperti saat akan melakukan sholat seperti bagaimana hadits berikut ini: “Apabila engkau hendak mendatangi pembaringan (tidur), maka hendaklah berwudhu terlebih dahulu sebagaimana wudhumu untuk melakukan sholat.” (HR. Al-Bukhari No. 247 dan Muslim No. 2710).


Selain itu juga sangat dianjurkan untuk membaca doa sebelum tidur. Ada pun etika berdoa sebalum tidur yaitu membaca ayat kursi, membaca sejumlah dua ayat terakhir pada surat Al-Baqarah, mengatupkan kedua telapak tangan lalu meniup dan membacakan surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, An Nas lalu mengusapkannya pada bagian tubuh yang bisa dijangkau mulai dari atas kepala hingga ujung kaki sebanyak 3x.


Hendaknya doa tidur diakhiri dengan doa berikut:
باسمك ربيوضعت جنبي وبك أرفعه إن أ مسكت نفسي فا ر حمها و إ ن أ ر سلتها فاحفظها بما تحفظ به عبادك الصا لحين

“Bismikarabbii wa dho’tu jambii wa bika arfa’uhu in amsakta nafsii farhamhaa wa in arsaltahaa fahfazhhaa bimaa tahfazha bihi ‘ibaadakasshaalihiin.”


Artinya: “Dengan Nama-Mu, ya Rabb-ku, aku meletakkan lambungku. Dan dengan Nama-Mu pula aku bangun daripadanya. Apabila Engkau menahan rohku (mati), maka berilah rahmat padanya. Tapi apabila Engkau melepaskannya, maka peliharalah, sebagaimana Engkau memelihara hamba-hamba-Mu yang shalih.” (HR. Al-Bukhari No. 6320, Muslim No. 2714, Abu Dawud No. 5050 dan At-Tirmidzi No. 3401)